Langsung ke konten utama

Bukan kamu!!! Ya kamu cepet keburu ada orang.


Banyak hal sangat mudah di mengerti dari seseorang, tapi semua terasa sulit di katakan. Terkadang rasa malu untuk di tertawakan, rasa takut untuk di tentang, rasa bersalah karna berbeda, membuat kita berhenti melangkah dan memilih untuk mengikarinya.
Tidak sedikit dari kita lebih suka menderita, banyak pula dari kita yang membanggakan penderitaan kita dengan yel-yel *ini yang terbaik bagi ku, tuhan memang benar*. Tapi dibalik itu terlihat jelas air mata menetes di wajah kita.
Ya, beberapa hal terlihal benar, dimana tuhan memang tak pernah salah. Tak pernah salah yang bagai mana?? Tuhan tak pernah suka melihat hambanya untuk menyerah jika itu bukan hal yang salah.
Tak ada yang pernah membatasi kita, semua cerita kita yang menulis, jika baik tuhan tak kan pernah menentangnya. Ya aku percaya itu.
Sesuatu akan indah pada waktunya, tapi siapa yang akan mewujudkan keindahan itu??? , jika kita yang ingin menikmati, kenapa berhenti atau bahkan tak pernah berusaha memilikinya.
Cuma kita dan tuhan yang tahu rancangan yang terbaik untuk kita sendiri!!!
karna keindahan akan baru terasa ketika kita telah berusaha mewujudkannya.
Gak semua keindahan akan terasa indah. Beberapa darinya akan tuhan berikan setengah hingga kita harus mencari setengahnya lagi.
Keindahan dimana akan terasa jika kita membaginya dengannya,
Kebahagian yang akan tumbuh jika ada sebab dari akibat. Dari hangat yang tuhan berikan untuk kita.
Hingga kita merasa damai.

Rasa itu sangat hangat, seperti waktu kita bercanda dengan ibu kita, atau mendengar lagu kesukaan kita diputar di radio.
Rasa itu sangat menggelikan, menggelitiki seolah ada ribuan kupu – kupu di dalam perut kita, hingga  kita membuka mulut dan yang keluar bukanlah kalimat yang ingin kita ucapkan padanya melainkan kupu – kupu. Hingga coklat yang bisa kita makan sediri serasa ingin kita bagi.
Rasa itu sangat pahit, seperti saat kita harus meminum obat agar kita sembuh, atau saat kita terlalu banyak memasukan gula kedalam teh hangat hingga rasa manis itu tak sampai ke lidah kita.
Rasa itu sangat menjengkelkan, lebih menjengkelkan dari matinya listrik saat kita sedang menonton acara kesukaan kita di televise, atau bahkan sama menjengkelkannya seperti waktu kita memakai baju baru yang ternya masih ada cap yang tertinggal dan kita terlambat menyadarinya.
Rasa itu membingungkan, seolah salah masuk ke sebuah desa dimana semua jalan di desa itu buntu, atau saat kita membeli makan ringan di toko dan tanggal kedaluarsanya tak begitu jelas.
Semuanya terasa seperti lagi makan permen lollipop yang sangat besar, sebesar bola basket mungkin, dengan rasa jeruk nipis di mix dengan rasa ayam panggang setengah matang, dimix lagi dengan rasa paprika , pokoknya dimix dengan semua makannan 4 sehat 6 sempurna, terus makannya harus di emut dan tidak boleh di putar-putar dalam mulut apa lagi dikunyah. Dan konyolnya lagi kita memakannya sambil mengobrol dengan orang yang cerewetnya mintak ampun.
Dan fakta yang mengerikan dari itu semua, di bungkus permen itu tertulis, racun serangga di mana ada gambar elien terkapar sambil mengemut permen yang sama.
Huh…
Banyak orang yang menyemangati kita untuk menghabiskannya, tapi banyak pula yang menyarankan untuk memuntahkannya.
Hehehehe…
Hanya orang aneh yang akan memuntahkannya, loh kok bisa…???
Tak ada alasan, tak butuh alasan untuk berhenti memakannya, walau sebenarnya banyak alasan untuk kita memuntahkannya.
Tak akan cukup semua umur kita untuk menghabiskannya, tak akan pernah bisa habis.
Tapi sayangnya banyak orang yang berhenti dan memuntahkannya.
Makan gitu aja gak bisa!!!!!!!!!
Ya semua itu memang tak nyata, tapi ada!!  saat kita ingin.
Yang perlu kita lakukan hanya tidak ada dan yang akan kita terima juga tidak ada.
Barmimpilah , seolah kau itu ikan yang berenang di udara, tidur dan bermimpi dengan mata terbuka, menikmati wanginya bunga yang di hembuskan angin dengan ingsan kita, sembari mencari tampat duduk di taman yang indah dan bersandar tapa punggung.
Berlarilah, berlarilah dengan kaki-kaki kecilmu. Hingga jatuhmu mematahkan kaki dan tanganmu.
Semua itu indah pada dasarnya.
Kupu – kupu kecil bahagia dengan hidupnya yang pendek. Melepas kehidupanya yang panjang sebagai ulat, demi kupu – kupu lain yang menemaninya menjadi kepompong.
--------------------------------------------------------------------------------
Sebenarnya tak perlu sepanjang ini, seharusnya cukup jelas dengan beberapa kalimat. Tapi aku ingin.
Bukan rayuan, dan berharap kau melihatku dengan mata yang berair, lalu memelukku semabari berkata “aku tau rasa itu”, gak… , bukan juga maksudku membuatmu menyangka kalau pria yang suka menulis itu lembek atau justru terlihat keren.
 Gak ada maksud buruk atau mencampuri. Apa lagi sok tau dan merasa tulisanku dan pemikiranku itu benar bagi semuanya.
Tapi jujur, aku bodoh karna masih muter – muter lagi dan gak nyampek - nyampek. Padahal udah ketahuan.
Huh, dah lah, LOVE ....
I THINK I LOVE YOU, in my prayer in my dreams. What Am I right?

#sok bahasa inggris.


Komentar